Berita Fundamental

July 10, 2020

Loonie Tertekan Karena Turunnya Harga Minyak

Dollar Kanada (loonie) melemah kemarin atas dollar AS menyusul anjloknya harga minyak dan meningkatnya permintaan safe haven, mengabaikan data perumahan Kanada yang lebih baik dari perkiraan. Housing start Kanada naik menjadi 212 ribu di Juni, di atas perkiraan 198 ribu. Rendahnya tingkat suku bunga Kanada dan kebijakan stimulus turut mendukung data tersebut. Namun, solidnya data perumahan tersebut ditutupi oleh jatuhnya harga minyak dan meningkatnya permintaan safe haven atas dollar AS. Harga minyak turun hampir 3%, terbesar dalam lebih dari dua minggu, seiring meningkatnya kasus Covid-19 yang memaksa beberapa negara menunda pembukaan kembali dan meningkatkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi akan terganggu. Kanada merupakan salah satu eksportir minyak terbesar dunia, dimana pertumbuhan ekonominya bergantung pada komoditas minyak. USD/CAD menguat C$1.5358

Dollar Rebound Berkat Safe Haven

Dolar AS pulih dari level terendah empat minggu kemarin menyusul penurunan saham AS, meningkatkan daya tarik mata uang safe-haven bagi para investor setelah lonjakan kasus virus corona. Dollar juga menguat setelah Mahkamah Agung AS berkuasa atas catatan keuangan Presiden Donald Trump. Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainnya menguat 0,4% menjadi 96,816.

Harga Emas Terkoreksi Karena Profit Taking

Harga emas terkoreksi kemarin karena aksi profit taking setelah logam mulia tersebut mencapai level tertinggi 9 tahun di sesi sebelumnya. Meski begitu, masih tingginya minat safe haven menjaga emas untuk bertahan di atas $1800 karena lonjakan virus corona di AS, yang mengurangi optimisme pemulihan ekonomi di AS. Data menunjukkan bahwa lebih dari 3 juta orang Amerika telah terinfeksi oleh COVID-19, dengan jumlah kematian melebihi 133.000. Harga emas spot turun 0,3% dan emas berjangka AS turun 0,9%.

Minyak Melemah Karena Lonjakan Kasus Virus Corona

Harga minyak anjlok sekitar 3% kemarin karena lonjakan kasus virus corona di AS yang memicu kekhawatiran bahwa AS kemungkinan akan kembali menjalankan lockdown dalam skala besar. Pakar pandemi AS Anthony Fauci, berbicara di podcast yang dipandu oleh Wall Street Journal, mengatakan kasus COVID-19 baru di negara itu mengalami “pertumbuhan eksponensial.” Fauci kemudian mengatakan “Negara mana pun yang memiliki masalah serius, negara itu harus secara serius melihat lockdown. Data menunjukkan bahwa lebih dari 3 juta orang Amerika telah terinfeksi oleh COVID-19, dengan jumlah kematian melebihi 133.000. Pada hari Rabu, Amerika Serikat melaporkan catatan harian lebih dari 60.000 kasus. Harga minyak juga jatuh setelah data EIA yang menunjukkan cadangan minyak AS naik 5,65 juta barel. Harga minyak WTI turun 3,2% menjadi $39,62 dan Brent turun 2,1% menjadi 442,35.

Saham Asia Berpotensi Melemah Hari Ini

Saham Asia bersiapa untuk melemah hari ini lonjakan kasus virus corona di beberapa negara bagian AS memicu new lockdown, yang dapat mengganggu pemulihan ekonomi. Selain itu, investor juga menantikan hasil earning perusahaan. Indeks saham berjangka Australia S&P/ASX 200 turun 0,41, indeks Hang Seng turun 0,87%. Sementara Nikkei naik 0,02% dan indeks future S&P S00 AS naik 0,12%.

Fokus Hari ini: Data Ketenagakerjaan Kanada & PPI AS

Di penghujung perdagangan minggu ini, pasar masih menyisakan data ekonomi yang layak untuk disimak. Data tersebut antara lain; data ketengakerjaan Kanada, di mana penciptaan lapangan kerja diperkirakan tumbuh 550,0 ribu di bulan Juni, setelah tumbuh 289,6 di Mei. Di bulan April, data tersebut terkontraksi 1,99 ribu. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan turun 12,5% dari 13,7%. Dari AS, ada data PPI.

Comments 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *