Home / Analisa / Berita Fundamental 4 September 2019

Berita Fundamental 4 September 2019

/
/
/
2462 Views
img

Berikut ini ringkasan berita-berita penting terkait Market Review untuk hari ini yang bisa Anda gunakan untuk membantu menganalisa pergerakan harga di masa mendatang.

Berita Fundamental 4 September 2019 1

Reli Dollar Tersendat Setelah Data ISM Manufaktur

Dollar melemah kemarin setelah rilisan data manufaktur yang menunjukkan kontraksi. Sebelumnya, dollar sernpat naik ke level tertinggi dalam dua tahun karena permintaan safe haven di tengah kekhawatiran perang dagang AS-China serta Brexit. Reli dollar terkikis setelah data yang rnenunjukkan aktivitas rnanufaktur AS mengalami kontralci untuk pertama kalinya sejak 2016. Data semalarn menunjukkan ISM manufacturing PMI AS kontraksi rnenjadi 49,1 di Agustus, setelah tumbuh 51,2 di bulan sebelurnnya. Analis memperkirakan data tersebut tumbuh 51,2. Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainnya berakhir flat di kisaran 99.00, setelah sempat naik ke level 99,370, tertinggi sejak Mei 2017.

Euro Pulih Setelah latuh ke Level Terendah 2,5 Tahun

Euro pulih setelah jatuh ke level terendah 28 bulan atas dollar karena investor melihat suku bunga zona euro akan semakin negatf dalam jangka panjang. Pasar memperkirakan porobabilitasi 80% ECB akan memangkas suku bungan sebesar 20 bps dalarn rapatnya rninggu depan. Saat ini suku bunga ECB berada di minus 0,40 dan bank sentral Eropa itu pernah memberi sinyal stimulus moneter. Euro bertahan di level $1.09545, setelah jatuh ke 1.0926, terendah sejak pertengahan Mei 2017.

Emas Reli Berkat Permintaan Safe Haven, Data AS

Harga emas naik lebih dari 1% semalam karena pelernahan dollar setelah data yang rnenunjukkan aktivitas manufaktur AS di Agustus mengalami kontraksi. Yield obligasi AS tenor 10 tahun turun ke level terendah sejak Juli 2016. Tiga indeks utama juga mengalami penurunan karena investor menjauh dari asse-asset beresiko. Data manufaktur AS datang setelah aktivitasi di kawasan juga mengalami kontraksi dalam tujuh bulan berturut-turut. Melambatnya al.vitas global semakin meningkatkan kekhawatiran perlarnbatan ekonomi global. Sentimen ernas juga meningkat setelah AS dan China rnenaikkan tarif. Harga emas spot nalk 1% menjadi 1544,95 per ons.

Minyak Melemah Setelah Riis Data Manufaktur AS

Harga minyak jatuh kemarin, dengan minyak berjangka AS turun 2% setelah data rnanufaktur AS yang lemah meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Sernentara itu, sengketa dagang AS-China masih kembali membebani sentimen. VVTI turun 2,1% rnenjadi $53,94 per barel, sementara Brent turun 0,7% menjadi $58,26 per barel. Harga jatuh setelah data yang menunjukkan aktivitas rnanufaktir AS di Agustus mengalami kontraksi untuk pertama kali dalarn 3 tahun terakhir. Sebelumnya aldvitas manufaktur di kawasaan zona euro juga mengalami dalam tujuh bulan berturut-turut di Agustus. Harga minyak sudah jatuh sekitar 20% tahun ini, sejak mencapai puncaknya di April, tertekan oleh kekhawatiran perang dagang, yang bisa memukul permintaan rninyak.

Saham Asia Melemah Setelah Data AS

Saham Asia melemah hari ini setelah data ekonomi AS yang mengecewakan memicu kekhawatiran resesi global. Sentimen investor semakin memburuk karena meningkatnya kekhawatiran perang dagang. lndeks MSCI Asia-PAcific di luar lepang melemah, setelah jatuh 0,85 di sesi sebelumnya. Indeks Nikkei rnelernah 0,3% dan saham Australia jatuh 0,8%.

Fokus Minggu Ini Laggard, BoC

Ada beberapa data ekonorni yang layak disirnak hari ini, diantaranya PMI sektor jasa dari kawasan zona euro, yang diperkitakan berada di 51,8. Masih dari Eropa, Christine Laggard, kandidat presiden ECB, akan menyampaikan pidatonya. Kemudian Bank of Canada (BoC) akan menggelar rapatnya hari ini, yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di 1,75%.

Sending
User Review
0 (0 votes)
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • Buffer
  • stumbleupon
  • Reddit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar