Home / Analisa / Berita Fundamental 29 Oktober 2019

Berita Fundamental 29 Oktober 2019

/
/
/
349 Views
img

Berikut ini ringkasan berita-berita penting terkait Market Review untuk hari ini yang bisa Anda gunakan untuk membantu menganalisa pergerakan harga di masa mendatang.

Dollar Melemah Karena Optimisme Kesepakatan Dagang AS-China 

Dollar melemah karena optimisme bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan dagang, mengurangi pamor dollar sebagai mata uang safe haven. Pelaku pasar juga tengah menanti FOMC meeting yang akan digelar minggu ini. Presiden A.S. Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia akan menandatangani bagian kesepakatan perdagangan dengan China lebih cepat dari perkiraan, meski tidak menyebutkan waktunya. Komentar itu terlontar setelah kantor Perwakilan Perdagangan AS dan Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Jumat bahwa AS dan China “hampir menyelesaikan” beberapa bagian dari perjanjian perdagangan, dengan perundingan masih berlanjut. Indeks dollar melemah 0,07 menjadi 97,760.

Sterling Rebound Setelah UE Menyetujui Perpanjangan Brexit

Sentimen risk appetetite juga meningkat setelah adalah harapan bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa dengan adanya kesepakatan. Kemarin, uni Eropa menyetujui penundaan Brexit selama 6ga bulan di Saat PM Inggris Boris Johnson mengupayakan pemilu awal guna memanfaatkan suara mayoritas di parlemen untuk meloloskan proposalnya. Pair GBP/USD menguat 0.25% menjadi 1.2857.

Emas Kembali Jatuh ke Bawah 1500

Harga emas kembali jatuh ke bawah 1500 kemarin setelah adanya kemajuan positif dari perkembangan dagang AS-China. Baik emas spot maupun emas berjangka berjangka AS turun ke bawah level psikologi 1500 setelah indeks S&P 500 AS mencetak rekor tertinggi baru. Logam mulia tersebut kehilangan pamornya sebagai safe haven setelah adanya perkembangan positif dari perundingan dagang AS-China. Trader dan investor optimis setelah laporan minggu lalu yang mengatakan China dan AS akan menandatangani kesepakatan dagang fase 1 dalam waktu dekat. Emas gagal terangkat meski adanya data yang menunjukkan laba industri China mengalami penurunan yang tajam di September.

Data China Tekan Minyak

Harga minyak gagal mempertahankan penguatannya kemarin menyusul lemahnya data ekonomi China, meski adanya kemajuan positif dari perundingan dagang AS-China. Laba dari perusahaan industri China turun dalam dua bulan berturut-turut di September karena turunnya harga dari produsen, menurut data hari Senin. Kekhawatiran oversuply juga masih membayangi setelah pernyataan Wakil Menteri Perminyakan Rusia Pavel Sorokin mengatakan bahwa terlalu dini untuk membicarakan pemangkasan output lebih lanjut. Namun pelemahan minyak dapat dibatasi oleh sentimen positif dari perang dagang. Presiden AS Donald Trump, kemarin mengatakan bahwa AS akan menandatangani perundingan dagang fase 1 dengan China. Harga minyak jenis WTI turun sekitar 1.5% menjadi $55,81 per barel, sementara jenis Brent turun menjadi $61,57 per barel.

Wall Street Hijau, Saham Asia Menguat

Saham-saham Asia naik ke level tertinggi tiga bulannya hari ini setelah Wall Street mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di tengah harapan tercapainya kesepakatan dagang AS-China, Serta stimulus the Fed. Indeks MSC’ Asia-PAcific di luar Jepang menguat 0,2% ke level tertinggi sejak Juli. Sementara indeks Nikkei menguat 0.6%. Di Wall Street, indeks S&P 500 menguat 0.56% ke level tertinggi sepanjang masa.

Fokus Hari Ini : RBA, Kepercayaan Konsumen AS

Sembari menunggu FOMC meeting, Serta data ketenagakerjaan AS minggu ini, pelaku pasar akan disuguhi beberapa data ekonomi penting lainnya hari ini. Di Asia, Jepang sudah merilis data inflasi Oktober yang tetap di angka 0.5%, dibawah prediksi Masih dari Asia, gubernur RBA Phillip Lowe akan menyampaikan pidatonya. Sementara dari AS, ada data perumahan, serta kepercayaan konsumen.

Comments Rating 0 (0 reviews)
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • Buffer
  • stumbleupon
  • Reddit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sending

This div height required for enabling the sticky sidebar