Home / Analisa / Berita Fundamental 28 November 2019

Berita Fundamental 28 November 2019

/
/
/
76 Views
img

Brikut ini ringkasan berita-berita penting terkait Market Review untuk hari ini yang bisa Anda gunakan untuk membantu menganalisa pergerakan harga di masa mendatang.

Fundamental

Soldinya Data AS Angkat Dollar

Dollar mencatat penguatan kemarin setelah data yang menunjukkan PDB AS direvisi tumbuh di kuartal ketiga 2019. Departemen Perdagangan AS melaporkan PDB direvisi tumbuh dibanding dengan rilis pertama yang hanya tumbuh 1,9%. Data lainnya, durable goods orders naik 0.6% di Oktober, setelah megalami penurunan 1,4% di bulan sebelumnya. Selain solidnya data AS, dollar juga menguat setelah komentar Presiden AS Donald Trump vang mengatakan bahwa AS sedang dalam tahap finalisasi kesepakatan dagang dengan China. Indeks dollar, menguat 0.2% menjadi 98,340. Terhadap mata uang safe haven yen, dollar unggul menjadi 109.33.

Sterling Rebound Setelah Hasil Polling Pemilu

Sterling menguat 0.31% kemarin setelah polling dalam tiga berturut-turut menunjukkan keunggulan Partai Konservatif terus menipis sebelum pemilu tanggal 12 Desember mendatang. Pelaku pasar kini tengah menantikan prediksi dari lembaga survei YouGOV mengenai hasil pemilu. Pair GBP/USD akhirnya ditutup pada kisaran 1.2904, setelah jatuh di hari sebelumnya.

Emas Melemah Setelah Komentar Trump

Harga emas kembali melemah kemarin karena berkurangnya pamor safe haven setelah presiden AS Donald Trump berkomentar bahwa AS sedang dalam tahap finalisasi kesepakatan dagang dengan China. Harapan bahwa sengketa dagang AS-China akan berakhir, mendorong penguatan bursa saham dan dollar. Ketika risk appetite meningkat, aset safe haven seperti emas cenderung terbebani. Meski begitu, rasa kekhawatiran masih ada setelah undang-undang yang disahkan oleh AS, yang mendukung para demonstran di Hong Kong dapat mempersulit negosiasi. Harga emas spot turun 0.4% menjadi $1456,01 per ons. Sementara emas berjangka AS turun menjadi $1455,80. 

Minyak Turun Setelah Data EIA

Harga minyak melemah kemarin setelah pemerintah AS melaporkan naiknya cadangan minyak Meski begitu, penurunan mampu dibatasi setelah pernyataan AS Donald Trump yang ingin mengakhiri sengketa dagang dengan China. Selain optimisme perang dagang, penurunan minyak juga dibatasi oleh tipisnya volume perdagangan menjelang Iibur Thanksgiving AS. Energy Information Administration (EIA) melaporkan cadangan minyak AS naik 1,572 juta barel minggu lalu. Angka ini melawan prediksi, yang memperkirakan penurunan 418 ribu barel. Cadangan bensin juga naik juta barel, di atas prediksi kenaikan 1,2 juta barel. Meski sentimen EIA tersebut menjadi faktor bearish di pasar, pelaku pasar membatasi faktor bearish tersebut, khawatir terjadi pembalikan jika kesepakatan dagang AS-China berhasil. Harga minyak WTI turun 0.5% menjadi $58.11, sementara minyak Brent turun menjadi $63.01. 

Meski Menguat, Saham Asia Rentan di Tengah Isu Dagang

Saham-saham Asia rentan di tengah kekhawatiran bahwa ketegangan di Hong Kong bisa mengganggu kesepakatan dagang AS-China. Presiden Trump kemarin menandatangani Undang-Undang yang mendukung demonstran di Hong Kong, meski China menyatakan keberatan. Indeks MSCI Asia di luar Jepang flat, sementara indeks Nikkei masih berada di teritorial positif.

Fokus Hari Ini : CPI Zona Euro

Tidak begitu banyak data-data ekonomi yang akan dirilis hari ini. pasar AS pun tutup hari ini karena peravaan Thanksgiving. Untuk itu, pergerakan di pasar keuangan kemungkinan akan cenderung sempit- Meski begitu, ada beberapa data yang patut disimak, seperti CPI zona euro, yang diperkirakan mengalami kenaikan 1.2% di Nopember dari 0,9% di bulan sebelumnya.

Sending
User Review
0 (0 votes)
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • Buffer
  • stumbleupon
  • Reddit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar