Trading Forex Indonesia

Belajar, Broker, Berita, Analisa Trading Forex Indonesia

Home / Analisa / Berita Fundamental 28 Desember 2020

Berita Fundamental 28 Desember 2020

/
/
/
66 Views
Berita Fundamental 28 Desember 2020 1

Meski Menguat, Dollar Masih Takluk Atas Yen dan Swiss Franc

Dollar masih bisa menguat, namun tertekan atas mata uang safe haven di tengah kekhawatiran mewabahnya virus corona di China. Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainnya menguat tipis 0,12% menjadi 97.9. Terhadap yen dan Swiss franc, dollar masih tertekan, dengan pair USD/JPY turun 0,28% menjadi 109.00 dan USD/CHF turun 0,13% menjadi 0,9680. Mata uang safe haven tersebut diburu karena makin mewabahnya virus corona, dimana jumlah korban terus bertambah. Penguatan dollar juga terkikis setelah data yang menunjukkan penurunan 0,4% pada penjualan rumah baru di Desember, melawan perkiraan kenaikan 1,5%.

Euro dan Sterling Kembali Jatuh

Euro melemah setelah data IFO Jerman di Januari dirilis lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan bahwa sektor manufaktur di negara tersebut belum stabil. Sementara poundsterling juga melemah menjelang BoE meeting dan Brexit. Dollar juga unggul atas loonie, dengan USD/CAD naik 0,28% menjadi 1.3180 karena turunnya harga minyak di tengah merebaknya virus corona China.

Virus Corona Menyebar Luas, Harga Emas Raih 1580

Euro dan Sterling Kembali Jatuh Euro melemah setelah data IFO Jerman di Januari dirilis lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan bahwa sektor manufaktur di negara tersebut belum stabil. Sementara poundsterling juga melemah menjelang BoE meeting dan Brexit. Dollar juga unggul atas loonie, dengan USD/CAD naik 0,28% menjadi 1.3180 karena turunnya harga minyak di tengah merebaknya virus corona China. Virus Corona Menyebar Luas, Harga Emas Raih 1580 Emas berjangka dan spot berhasil meraih level resistance $1580 kemarin karena faktor safe haven. Harga emas berjangka di COMEX naik 0,4% menjadi $1577,40 per ons, sebelumnya sempat menyentuh 1588,10, tertinggi sejak 8 Januari. Sementara emas spot naik 0,7% menjadi $1580,74, setelah sempat menyentuh $1588,62, tertinggi dalam tiga minggu. Setelah menyentuh $1600 di awal tahun karena meningkatnya ketegangan politik antara AS-Iran, harga emas mulai naik lagi minggu lalu karena kekhawatiran bahwa virus corona akan menjadi pandemi global. Sejauh ini virus tersebut sudah menewaskan 81 orang dan menyebar ke berbagai negara, termasuk AS, dimana lima kasus di negara tersebut telah ditemukan.

 Kekhawatiran Virus Corona Terus Tekan Minyak

Harga minyak turun ke level terendah tiga bulannya setelah adanya jual besar-besaran karena kekhawatiran penyeberan virus corona yang semakin luas. Analis juga mengatakan bahwa aksi jual dilakukan oleh sistem trading algoritma. Hanya dalam seminggu harga minyak tertekan oleh virus corona setelah menguat di awal tahun dari penguatan tahun lalu sebesar 35% untuk WTI dan 24% untuk Brent. Kemarin harga minyak WTI anjlok 12%, penurunan harian terbesar sejak November 2018 dan minyak Brent jatuh 10%, performa terburuk sejak Mei. Analis dari Price Future Grup, yang sebelumnya optimis terhadap harga minyak, kini mulai pesimis dengan mengatakan bahwa pasar akan tetap turun sampai ada tanda-tanda yang pasti bahwa pihak berwenang berhasil melawan virus corona. Virus tersebut sejauh ini telah menewaskan sediktinya 81 orang dan menginfeksi hampir 3000 di China, serta menyebar ke berbagai negara, termasuk AS.

Virus Corona Semakin Mewabah, Bursa Asia Anjlok

Saham-saham Asia melemah di awal perdagangan hari ini setelah pemerintah China berupaya keras mengatasi wabah virus corona, yang menelan Korban jiwa 81 orang. Virus tersebut sudah menyebar ke 10 negara, termasuk Perancis, Jepang dan AS. Beberapa ahli kesehatan mempertanyakan kemampuan China dalam mengatasi wabah tersebut. Indeks MSCI Asia-Pacific melemah 0,4% dan saham Australa anjlok 1%.


Fokus Hari Ini : Durable Goods Orders & Consumer Confidence AS

Sembari menunggu perkembangan seputar isu virus di China, Brexit, masalah geopolitk di Timur Tengah, serta FOMC meeting, pelaku pasar terlebih dahulu akan disuguhi serangkaian data ekonomi AS, seperti durable goods orders dan consumer confidence AS. Durable goods orders diperkirakan tumbuh 0,9% di Desember, sementara consumer confidence diperkirakan mengalami peningkatan ke 128,2. di Januari

Info Penting

Analisis ini dibuat oleh pakar profesional pihak ketiga yang independen, yang dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya, berita dan analisis diterbitkan selambat-lambatnya 60 menit setelah rilis, maka dari itu untuk mendapatkan analisis terupdate selama 24 jam, Anda dapat mengaktifkannya gratis, dengan menghubungi live chat di kanan bawah / hubungi Informasi Kontak

Melakukan pendaftaran langsung ke situs / perusahaannya langsung memang tidak ada salahnya, akan tetapi lebih baik Anda mendaftarkan akun trading Anda melalui TradingForexIndonesia.com untuk mendapatkan semua layanan dan fasilitas dibawah ini :

KEUNTUNGAN YANG DIDAPATKAN ?

  • Pendaftaran Gratis
  • Berlaku Seumur Hidup
  • Diskusi Trading
  • Sinyal Trading
  • Edukasi Trading
  • Monitoring Trading
  • Memperkecil Resiko
  • Analisis Teknikal
  • Analisis Fundamental
  • Psikologi Trading
  • Memperbesar Profit
  • Money Management

Dapatkan semua layanan dan fasilitasnya!

Sending
User Review
0 (0 votes)

Leave a Reply

This div height required for enabling the sticky sidebar

PANDUAN BELAJAR TRADING GRATIS

Masukan nama dan email Anda untuk mendapatkan informasi terupdate tentang trading forex di dunia khususnya di Indonesia secara gratis ke email Anda.

Apa saja yang akan Anda dapatkan ?
  • Edukasi & Pembelajaran
  • Analisa Teknikal & Fundamental
  • Berita Terbaru Yang Perlu Anda Ketahui
  • Tips & Trik Trading
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :