Home / Analisa / Berita Fundamental 2 Desember 2019

Berita Fundamental 2 Desember 2019

/
/
/
43 Views

Berikut ini ringkasan berita-berita penting terkait Market Review untuk hari ini yang bisa Anda gunakan untuk membantu menganalisa pergerakan harga di masa mendatang.

Dollar Flat di Tengah Tipisnya Perdagangan

Dollar bergerak flat minggu lalu di tengah perdagangan yang cenderung sepi karena pasar Iibur Thanksgiving AS. Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang yang mendukung demonstran Hong Kong pada hari Rabu, meskiun ada reaksi dari Beijing, yang menngancam akan membalas tindakan AS tersebut. Hal ini terjadi justru di saat AS-China berusaha menyelesaikan sengketa dagang mereka. Pejabat China mengancam akan mengambil tindakan tegas dan Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng menuntut agar Washington segera berhenh mencampuri urusan dalam negeri China. Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainnya, stabil di 98.36.

Sterling Menguat Setelah Hasil Polling Pemilu

Pounsterling menguat minggu lalu setelah hasil polling yang menunjukkan Partai Konservatif Perdana Menteri Boris Johnson berhasil unggul menjelang pemili tanggal 12 Desember mendatang. ‘ika Partai Konservatif memenangkan suara mayoritas, memungkinkan Johnson untuk meloloskan kesepakatan Brexit- nya di parlemen. Pair GBP/USD menguat 0.9% selama sepekan. 

Emas Menguat Berkat Isu Hong Kong & Penurunan Wall Street

Harga emas menguat minggu lalu setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang yang mendukung demonstran Hong Kong. Rancangan undang-undang tersebut memungkinkan AS untuk menerapkan sanksi perdagangan terhadap China jika melanggar kewajibannya untuk menghormati otonomi Hong Kong. Sejak enam bulan terakhir Hong Kong diwarnai demonstrasi oleh kelompok pro-demokrasi. Sentimen positif emas juga didapat berkat penurunan Wall Street setelah berita yang menyebutkan bahwa AS sedang berupaya menghentikan perusahaan-perusahaan asing untuk memasok peralatan chip ke perusahaan Huawei China. Baik emas berjangka AS, maupun harga emas spot, keduanva menguat tajam di hari Jumat, menghapus kerugian Vang diderita pada minggu sebelumnya.  

Minyak Melemah Karena Isu Politik di Hong Kong

Harga minyak anjlok lebih dari 4% minggu lalu setelah Menteri Perminvakan Rusia, Alexander Novak mengatakan bahwa pihaknya lebih suka jika OPEC dan aliansinya mengambil keputusan di bulan April menganai kesepakatan perpanjangan pengurangan output, yang berakhir bulan Maret nanti. Pasar sebelumnya berharap OPEC akan mengumumkan kesepakatan tersebut pada pertemuan bulan Desember ini. Selain itu, harga minyak tertekan setelah Presiden Trump menandatangani undang-undang yang mendukung demonstran Hong Kong, yang bisa mengancam kesepakatan perdagangan AS-China. Sementara itu, sebuah survei yang dilakukan oleh Reuters menunjukkan bahv.ra harga minyak masih akan lesu di 2020 karena dibayangi isu kekhawatiran pertumbuhan serta kelebihan pasokan. 

Saham Asia Menguat di Tengah Isu Hong Kong

Saham-saham Asia menguat pagi ini dan minyak rebound setelah anjlok akhir minggu laiu, karena pelaku pasar berharap AS dan China akan mencapai kesepakatan, meski ada kekhawatiran mengenai ketegangan di Hong Kong. Indeks MSC’ Asia-Pacific di luar Jepang menguat . sedangkan indeks Nikkei menguat 0.85%. Sementara itu. indeks saham future AS juga menguat 0.29%, setelah koreksi Jumat lalu.

Fokus Minggu Ini : RBA & BOC Meeting, Non-Farm Payroll 

Akan banyak data, serta event-event penting yang terjadi di minggu ini. Di awal minggu, China, Eropa, Inggris dan AS akan merilis data PMI untuk figur butan November. Hari berikutnya ada RBA meeting, yang kemudian diikub data PDB Australia. Selain RBA, Bank of Canada (BOC) juga akan menggelar rapat. Data penting AS lainnya yang akan dirilis adalah non-farm payroll, serta sentimen konsumen.

Sending
User Review
0 (0 votes)
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • Buffer
  • stumbleupon
  • Reddit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar