Home / Analisa / Berita Fundamental 19 September 2019

Berita Fundamental 19 September 2019

/
/
/
999 Views

Berikut ini ringkasan berita-berita penting terkait Market Review untuk hari ini yang bisa Anda gunakan untuk membantu menganalisa pergerakan harga di masa mendatang.

Dollar Menguat Meski The Fed Pangkas Suku Bunga

Dollar menyentuh level tertinggi tujuh minggu atas yen dan tiga bulan atas Swiss franc kemarin setelah the Fed memangkas suku bunga sebesar 25 bps, sesuai dengan perkiraan. Namun tidak ada indikasi bahwa the Fed akan memangkas lagi suku bunganya ke depan. Dalarn pidatonya setelah pemangkasan tersebut, ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa The Fed memproyeksikan ekonomi tetap kuat dan inflasi tetap di sekitar target 2%. Dia mengatakan satu atau dua langkah pernotongan kecil bisa Saja terjadi di masa depan. Namun, ia mengisyaratkan tidak akan perlu ada pernotongan suku bunga lagi dalam beberapa bulan ke depan. Komentar Powell tersebut kurang dovish seperti yang diharapkan pasar, mendorong penguatan dollar. Indeks dollar, yang menguat 0.3% menjadi 98,56.

Trump Kecewa Hasil FOMC

Presiden AS Donald Donald kembali mengkritik kebijakan the Fed setelah melihat hasil FOMC. Dalam akun twitter-nya Trump mengungkapkan kekecwaannya dengan mengatakan “Jay Powel dan The Federal Reserve Gaea’ aei. TAk “Rprani”. Tak punya Sense. Tak Ada Visi’ knmunikatnr yang Ruruk’. Sphelurnnva Trump meminta agar the Fed memangkas suku bunga ke O bahka ke teritori negatif.

Emas Melemah Pasca Fed Cut Rate

Harga emas melemah kemarin setelah the Fed memangkas suku bunganya sesuai dengan perkiraan. The Fed memangkas suku bunganya untuk kedua kalinya tahun ini sebesar 25 bps. Meski suku bunga dipangkas, tidak ada indikasi bahwa the Fed akan akan memangkas suku bunga lagi ke depang. Hal itu mendorong penguatan dollar, dan menekan harga emas. Harga emas spot melemah Sejak bulan September ini, emas kehilangan pamornya jika dibandingkan bulan Juli-Agustus, ketika logam mulia tersebut menyentuh level tertinggi enam taun tahun, dan terlihat akan menguji level 51600. Meski bgitu, sepanjang tahun ini emas sudah menguat 16%.

Minyak Melemah Setelah Cadangan Minyak AS Naik

Harga minyak melemah kemarin AS setelah cadangan minyak AS mengalami kenaikan untuk pertama kalinya dalam empat minggu terakhir. Namun pelemahan terbatas setelah berita yang menyebutkan bahwa AS sedang menyusun koalisi Eropa-Arab untuk menekan Iran setelah serangan terhadap Arab Saudi. Harga juga jatuh setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia memerintahkan Departemen Keuangan untuk meningkatkan sanksi scara substansial atas Iran. Hal ini mengindikasikan bahwa Trump masih bersikap lunak dalam menyerukan serangan ke Teheran. Sementara itu, Menteri Perminyakan Arab Saudi Abdul Azis bin Salman meyakinkan pasar bahwa industri minyak kerjaan tidak terpengaruh setelah terjadi serangan atas fasilitias minyak nyadan produksi akan meningkat di Nopember.

Saham Asia Menguat Setelah Fed Cut Rate 

Saham-saham Asia mengalami penguatan hari ini, mengekor pergerakan Wall Street yang mencatatkan kenaikan semalam setelah the Fed memangkas suku bunga, namun memberikan isyarat yang bervariasi, membuat pelaku pasar tetap waspada. Indeks MSCI Asia-Pacific di Juar Jepang menguat 0.03%. Indeks Nikkei menguat 0.46% dan saham-saham Australia menguat 0,23%.

Fokus Hari Ini : Bo], BoE & SNB Meeting 

Setelah The Fed, giliran Bo], BoE dan SNB yang akan menggelar rapatnya hari ini. Ketiga bank sentral tersebut diperkirakan masih tetap mempertahankan kebijakannya. Namun, perlu diwaspadai adanya komentar dovish dari bank sentral menyusul peloggaran moneter yang sudah dilakukan ECB dan the Fed. Sementara data ekonomi yang akan rilis hari ini antara lain jobless claims dan data perumahahan AS.

Comments Rating 0 (0 reviews)
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • Buffer
  • stumbleupon
  • Reddit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sending

This div height required for enabling the sticky sidebar