Belajar, Broker, Berita, Analisa Trading Forex Indonesia

Home / Analisa / Berita Fundamental 15 Januari 2020

Berita Fundamental 15 Januari 2020

/
/
/
10 Views
Berita Fundamental 15 Januari   2020 1

Dollar Melemah Tipis di Tengah Isu Perdagangan, Data CPI AS

Dolar bergerak fiat kemarin karena sentimen risk aversion kembali mencuat setelah berita yang menyebutkan bahwa tarif AS yang dikenakan atas produk-produk China tetap berlaku, meski kedua pihak diperkirakan akan menandatangani kesepakatan dagang tahap awal. Penguatan dollar juga tertahan setelah data inflasi yang melambat, mendukung ekspektasi bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama. CPI AS naik 0,2% di Desember, lebih rendah dari perkiraan 0,3%. Menyoroti inflasi yang tetap rendah, ketua the Fed distrik Kansas Esther George menyarankan the Fed untuk tetap mempertahankan suku bunganya. Indeks dollar turun tipis menjadi 97,34. 

Dollar Masih Unggul Atas Yen, Melemah Atas Loonie dan Sterling 

Dollar masih unggul atas yen, dengan pair USD/JPY naik menjadi 109.99, didukung oleh progres perundingan dagang AS-China. Sementara USD/CAD turun menjadi 1.3000 berkat rebound harga minyak. Sementara itu, poundsterling rebound dari level terendah meski ekspektasi pemangkasan suku BoE bunga terus meningkat. Pair GBP/USD menguat 0,32% menjadi $1.3050.

Emas Lanjutkan Koreksi 

Harga emas turun untuk keempat kalinya di lima perdagangan terakhirnya karena pelaku melihat prospek yang lebih baik dari pasar obligasi berkat membaiknya kondisi makro ekonomi. Harga emas berjangka di COMEX turun 0,5% menjadi 1543,45. Sementara emas spot turun 0,3% menjadi 1542,99 per ons. Secara kontras, imbal hasil obligasi AS naik setelah data CPI AS yang dirilis lebih rendah dari perkiraan. Sementara obligasi pemerintah Eropa turun, dengan obligasi Inggris tenor 10 tahun jatuh ke level terendah dalam satu bulan menjadi O, 71. Harga emas juga tertekan setelah keluarnya dana dari ETF. Menurut data ETF dari World Gold Council menunjukkan ETF berbasis emas di AS sudah turun 0,9%, sementara ETF Eropa naik 0,3%. 

Minyak Rebound Menjelang Rilis Data Cadangan Minyak AS 

Harga minyak rebound kemarin menjelang rilisan data cadangan minyak AS setelah di risiko konfiik di Timur Tengah mereda. Harga minyak jenis WTI naik 0,3% menjadi $58,23, sementara minyak Brent naik O, 7% menjadi $64,64. Sejak dimulainya perdagangan tahun 2020, harga minyak WTI sudah jatuh 4% dan Brent 2%. Harga minyak sempat meroket di awal minggu tahun 2020 setelah serangan drone AS menewaskan jendral penting Iran Qaseem Sulaimani. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak. Namun serangan Iran tersebut tidak menimbulkan banyak korban dan presiden Trump memutuskan menahan diri untuk tidak membalas serangan Iran tersebut. Hal itu meredakan ketegangan di Timur Tengah,

Minyak Rebound Menjelang Rilis Data Cadangan Minyak AS

Harga minyak rebound kemarin menjelang rilisan data cadangan minyak AS setelah di risiko konfiik di Timur Tengah mereda. Harga minyak jenis WTI naik 0,3% menjadi $58,23, sementara minyak Brent naik 0, 7% menjadi $64,64. Sejak dimulainya perdagangan tahun 2020, harga minyak WTI sudah jatuh 4% dan Brent 2%. Harga minyak sempat meroket di awal minggu tahun 2020 setelah serangan drone AS menewaskan jendral penting Iran Qaseem Sulaimani. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak. Namun serangan Iran tersebut tidak menimbulkan banyak korban dan presiden Trump memutuskan menahan diri untuk tidak membalas serangan Iran tersebut. Hal itu meredakan ketegangan di Timur Tengah, membuat harga minyak koreksi. Dengan tidak adanya ketegangan di Timur Tengah, pelaku kini tengah menantikan data cadangan minyak AS, yang minggu lalu mengalami kenaikan 1,2 juta barel. 

Saham Asia Flat Menjelang Penandatanganan Kesepakatan Dagang AS-China

Saham-saham Asia bergerak mendatar di awal perdagangan hari ini karena investor tengah menunggu penandatanganan kesepakatan dagang AS-China. Sentimen terpukul setelah pernyataan Menteri keuangan AS Steven Mnuchin yang mengatakan bahwa pengenaan tarif masih berlaku. Berita tersebut membuat Wall Street mundur dari level tertinggi sepanjang masa. Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang melemah 0,13

Fokus Hari Ini : Trade War, Data Inflasi Inggris dan AS

Isu seputar perdagangan masih jadi sorotan pasar menjelang penandatanganan kesepakatan. Selain itu, ada beberapa data ekonomi penting yang layak dicermat. Dari Eropa, Inggris akan merilis data CPI yang diperkirakan tetap di angka 1,5%, sementara di AS ada data PPI yang akan dirilis. Beberapa pejabat bank sentral juga akan tampil, seperti Michael Saunders dari BoE dan Patrick Harker dari the Fed.

Sending
User Review
0 (0 votes)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar

PANDUAN BELAJAR TRADING GRATIS

Masukan nama dan email Anda untuk mendapatkan informasi terupdate tentang trading forex di dunia khususnya di Indonesia secara gratis ke email Anda.

Apa saja yang akan Anda dapatkan ?
  • Edukasi & Pembelajaran
  • Analisa Teknikal & Fundamental
  • Berita Terbaru Yang Perlu Anda Ketahui
  • Tips & Trik Trading
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :