Home / Analisa / Berita Fundamental 11 November 2019

Berita Fundamental 11 November 2019

/
/
/
313 Views

Berikut ini ringkasan berita-berita penting terkait Market Review untuk hari ini yang bisa Anda gunakan untuk membantu menganalisa pergerakan harga di masa mendatang.

Komentar Trump Lambungkan Dollar

Dollar reli ke level tertinggi tiga minggu hari Jumat lalu berkat permintaan safe haven seiring memudarnya risk appetite setelah adanya ketidakpastian mengenai pencabutan tarif, yang menjadi persyaratan utama atas kesepakatan dagang AS-China. Sebelumnya, Menteri perdagangan China Gao Feng mengatakan bahwa Beijing dan Washington sepakat untuk menyelesarikan masalah tarif, dengan mencabut tarif yang sebelumnva sudah dikenakan. Namun, hal itu dibantah oleh Trump yang mengatakan bahwa dia tidak setuju atas pencabutan tarif tersebut. Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainnya menguat 0,2% menjadi 98.21. Selama sepekan indeks dollar menguat sekitar 1%. 

Euro dan Sterling Melemah Atas Dollar 

Euro dan Sterling melemah minggu lalu. Selain penguatan dollar euro tertekan setelah Komisi uni Eropa memangkas proyeksi perturnbuhan kawasan zona euro. Sementara sterling melemah karena ketidakpastian politik di Inggris Serta peluang pemangkasan suku bunga BoE. Dalam rapatnya minggu lalu BoE memutuskan tetap mempertahankan suku bunga di 0.75%, namun dua anggota MPC memberikan voting cut rate.

Pamor Safe Haven Memudar, Emas Anjlok

Harga emas mencatatkan penurunan terbesar dalam tiga tahun minggu lalu karena memudarnya pamor safe haven di tengah berita perkembangan perang dagang. Harga jatuh setelah Menteri perdagangan China Gao Feng mengatakan bahwa Beijing dan Washington sepakat untuk menyelesarikan masalah tarif, dengan mencabut tarif yang sebelumnya sudah dikenakan, Harga gagal terangkat meski Trump mengatakan bahwa dia tidak setuju atas pencabutan tersebut. Harga emas berjangka AS turun 0,2% menjadi 51462.90 per ons, setelah sempat ke level terendah tiga bulan di 1457,10. Selama sepekan turun 3.2%, penurunan terbesar sejak November 2016.

Minyak Menguat di Tengah Isu Perdagangan

Sentimen bullish dan bearish atas minyak dipengaruhi oleh perkembangan perundingan dagang AS-China. Harga minvak terangkat setelah berita yang menyebutkan bahwa China dan AS sekpakat untuk mencabut tarif yang sebelumnya sudah dikenakan. Sebelumnya, harga sempat jatuh setelah Energy Informaåon Administration (EIA) melaporkan cadangan minyak AS yang naik melebihi perkiraan. Harga juga jatuh ketika berita hari Rabu yang menyebutkan bahwa penandatanganan kesepakatan kemungkinan akan ditunda hingga Desember. Minvak kembali berfluktuatif setelah Presiden Trumo mengatakan bahwa dia tidak setuju untuk membatalkan tarif, sehari setelah para pejabat AS dan China dikabarkan sepakat untuk menurunkan taruf. Meski begitu, selama sepekan minyak tetap mencatatkan penguatan 1.9% untuk jenis WTI. Sementara minyak Brent menguat menguat 1,3% .

Saham Asia Menguat Berkat Harapan Kesepakatan Dagang

Saham-saham Asia menguat hari ini setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan di akhir pekan bahwa pembicaraan perdagangan dengan China berlangsung “sangat baik”, meski masih ada kebdakpastian mengenai apakah kesepakatan akan ditandatangani tahun ini. Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang menguat pada kisaran 534.63, menguji level tertinggi enam bulan.

Fokus Minggu Ini : Trump, Powell, CPI & Retail Sales AS

Minggu ini pasar akan kembali diwarnai oleh beberapa event dan data-data penting di berbgai negara. Di mulai dari AS, dimana Presiden AS Donald Trump akan berpidato di New York. Selain itu,ada juga pidato dari ketua the Fed Jerome Powell. Sementara data-data ekonomi yang akan dirilis antara lain; CPI dan retail sales AS, PDB dan CPI Inggris, dan data ketenagakerjaan Australia. Serta ada rapat RBNZ.

Sending
User Review
0 (0 votes)
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • Buffer
  • stumbleupon
  • Reddit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar