Home / Analisa / Berita Fundamental 1 November 2019

Berita Fundamental 1 November 2019

/
/
/
300 Views
img

Dollar Melemah Setelah Fed Cut Rate, Kekhawatiran Dagang AS-China

Dollar turun ke level terendah 10 harinya terhadap mata uang utama dunia lainnya setelah pelaku pasar mempertimbangkan apakah the Fed akan kembali memangkas suku bunganya. Dalam rapatnva kemarin, the Fed memangkas suku bunganya sebesar 25 bps pada kisaran 150% hingga 1,75%. The Fed belum mengubah gava bahasanya, dengan mengatakan “akan bertindak sesuai” untuk mempertahankan pertumbuhan, gaya bahasa yang masih memper’timbangkan adanva peluang pemangkasan lebih Ianjut. Pasar juga masih diliputi kekhawatiran sengketa dagang AS—China. Menurut sumber Bloomberg, pejabat China meragukan apakah mereka bisa mencapai kesepakatan komperehensif jangka panjang dengan Washington. Indeks dollar melemdh 0.29% menjddi 97,36. 

Euro Menguat Berkat Data Ekonomi 

Euro menguat atas dollar setelah data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi mengalami stagnasi, mengalahkan ekspektasi pasar yang menyatakan adanya perlambatan. Sementara data AS semalam menunjukkan consumer spending AS naik di September. namun upah tidak berubah, menimbulkan keraguan apakah konsumsi akan mendorong pertumbuhan ekonomi. EUR/USD menguat 0.02% menjadi 1.1151.

Emas Kembali Bertahan di Atas 1500

Harga emas kembali bertahan di atas 1500 kemarin karena meningkatnva kekhawatiran dagang AS-China, Serta Fed cut rate. Seperti yang sudah diperkirakan pasar, the Fed memangkas suku bunganva untuk ketiga kalinya di tahun ini sebesar 25 basis poin pada kisaran 1,50% hingga 1,75%. Sementara itu, di Saat AS dan China dekat pada penandatangan bagian parsial dari kesepakatan dagang fase pertama, pejabat China masih meragukan mengenai kesepakatan komperehensif perdagangan jangka panjang dengan AS. menurut laporan Bloomberg. Dalam wawancara secara khusus, Bloomberg mengatakan China telah memperingatkan bahwa pihaknya 6dak akan mengalah pada masalah-rnasalah yang sulit.

Minyak Melemah Karena Meningkatnya Kekhawatiran Perang Dagang AS-China

Harga minvak melemah lebih dari 1% kemarin di tengah kekhawatiran naiknya cadangan minyak AS, Serta mencuatnya kembali sengketa dagang AS-China. Pada hari Rabu, cadangan minyak AS naik 5,7 juta bare], menurut laporan Energy Information Administration (EIA). Di Saat yang sama, data AS menunjukkan PDB hanva tumbuh 1.9% di kuartal ketiga 2019. Serta adanya kekhawatiran mengenai investasi ke depan karena kurangnya stimulus pajak. Kondisi tersebut membuat trader yang berdasar pada kebijakan mempertimbangkan fundamental jangka panjang. Berita dari perang dagang. para pejabat China memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan mengalah pada masalah-masalah paling sulit, menurut sumber Blooberg. Hal ini mencuatkan kekhawatiran dagang AS-China. Minyak WTI turun 1.6%, dan Brent turun 1% .

Saham Asia Melemah Karena Kekhawatiran Perang Dagang

Saham-saham Asia turun dari level tertinggi tiga bulan hari ini setelah mencuatnya kembali perang dagang AS China. Pelaku pasar juga mengantisipasi data ekonomi AS yang akan dirilis hari ini. Indeks MSCI Asia- Pacific di luar Jepang turun 0.09%. Indeks Nikkei turun dan saham-saham Australia melemah 0.12%. Di Wall Street, indeks S&P 500 juga melemah setelah mencatat rekor tertinggi baru. 

Fokus Hari Ini : Data Ketenagakerjaan & PMI AS

Data yang paling ditunggu pasar akan dirilis hari ini. Data tersebut adalah data ketenagakerjaan AS, yang didalamnya meliputi; NFP, yang diperkirakan tumbuh 90 ribu di Oktober. Kemudian data petumbuhan upah, yang diperkirakan naik 0.3%, namun tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 3.6% dari 3.5%. Masih dari AS, ada data PMI manufacturing, yang diperkirakan kontraksi 49.0 di Oktober.

Sending
User Review
0/10 (0 votes)
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
  • Buffer
  • stumbleupon
  • Reddit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar